12Sep2016 : Umroh (atau Haji) untuk Memberatkan Timbangan Pahala dan Meringankan Timbangan Dosa

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Pahala sholat :
Sholat sendiri di rumah = 1 derajat
Sholat berjamaah di rumah = 5 derajat
Sholat sendiri di masjid = 7 derajat
Sholat berjamaah di masjid = 27 derajat.
Kalau setiap hari kita 5 waktu sholat di masjid maka jumlah pahalanya adalah => 135 derajat.

Dan 1 (satu) kali Sholat di Masjidil Haram itu pahalanya 100.000 derajat atau 100.000 : 135 derajat = 740 hari, atau sama dengan 2 tahun sholat fardhu berjamaah 5 waktu di masjid.

Kalau saat ini umur kita 40 tahun, dikurangi umur 10 tahun mulai baligh, maka 40 - 10 tahun = 30 tahun kita melekat kewajiban sholat fardhu 5 waktu.

Jika sepanjang 30 tahun ke belakang sholat fardhu 5 waktu kita banyak yang bolong-bolong atau malah ditinggalkan, maka kita butuh :

30tahun : 2 tahun = 15 waktu sholat di Masjidil Haram, maka selama 3 hari berturut-turut (15 waktu : 5 waktu = 3 hari) kita usahakan untuk sholat fardhu berjamaah di Masjidil Haram. insya Allah hutang sholat fardhu yg selama 30 tahun kebelakang dapat lunas. Aamiin yaa Robbal'aalamiin..

Maka itu usahakan menabung untuk Umroh (atau Haji) agar makin berat timbangan pahala kita dan makin ringan timbangan dosa kita (banyak memohon ampunan Allah disana), olehkarena itu doa-doa kita pun insya Allah lebih mudah Allah kabulkan..

Wallaahu a'lam bish-showwab

Wednesday, May 6, 2015

Format Balasan Email Mengenai : Musibah, Taubat, Sholat Taubat, Tata Cara Sholat Taubat, Ikhlas, Sedekah, dan Doa-doa

Berikut adalah template balasan kami atas beberapa hal yang sering ditanyakan melalui email :

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Bismillaahirrohmaanirrohiim
MUSIBAH

Rahmat atau Karunia Allah adalah semua hal yang membuat hati kita senang dan berbahagia, sedangkan MUSIBAH adalah semua hal yang membuat hati kita galau dan bersedih. Lalu bagaimana sikap kita ketika ditimpa musibah? Bacalah; "Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun," yang artinya; "Sesungguhnya semua berasal dari Allah, dan kembali kepada Allah," lalu BERSABARLAH.

Dalam satu hadist disebutkan jika mendapat musibah, Rasulullah SAW mengajarkan doa ini agar dibaca sesering mungkin :

"Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun. Allaahumma ajurni fii mushiibati (lalu sebutkan musibahnya apa), wakhlufli khoiromminhaa,"
Artinya :
Sesungguhnya semuanya berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Yaa Allah, sesungguhnya aku telah ditimpa musibah (lalu sebutkan musibahnya apa), gantilah dengan yang lebih baik lagi.

QS. Al Baqarah [2] : 155 - 157


[2:155] Walanabluwannakum bi syai-imminal khoufi wal ju'i wataqshim-minal amwaali wal anfusi wats-tsamaroot, wa basy-syirish-shoobiriin.
Artinya :
[2:155] Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

[2:156] Alladziina idzaa ashoobathum-mushiibatun, qooluu "innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun."
Artinya :
[2:156] (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun"


[2:157] Ulaaika 'alaihim sholawaatum-mir-Robbihim wa rohmah, wa ulaaika humul muhtadiin.
Artinya :
[2:157] Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan Rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Dari ayat di atas, kita ketahui bahwa Allah akan menguji manusia dengan;
1. Ketakutan
2. Kelaparan
3. Kekurangan harta
4. Keselamatan jiwa/nyawa
5. Kemunduran hasil usaha

Maka bersabarlah, dan sebutkan "Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun" sesering mungkin, lalu ikhlas dengan semua ketentuan Allah yang telah terjadi pada diri kita. Mudah-mudahan Allah akan memberi Rahmat dan Petunjuk-Nya kepada kita.

Musibah Terjadi karena Perbuatan Kita Sendiri

QS. Asy Syuuro [42] : 30

[42:30] wamaa ashoobakum mim-mushiibatin fabimaa kasabat aydiikum waya'fuu 'an katsiirin
Artinya :
[42:30] Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

QS. Az Zumar [39] : 51


[39:51] Fa-ashoobahum sayyi-aatu maa kasabuu walladziina zholamuu min haulaa-i sayushiibuhum sayyiaatu maa kasabuu wamaa hum bimu'jiziin

Artinya : 

[39:51] Maka mereka ditimpa oleh akibat dari apa yang mereka usahakan (ket. kerjakan). Dan orang-orang yang zolim diantara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.

Dari ayat di atas kita pahami bahwa;

(1.) Allah tidak akan pernah menzalimi makhluk-Nya.

(2.) Bisa jadi musibah diberikan untuk menghapus sebagian dosa-dosa kita.

(3.) Setiap musibah/kejadian buruk yang menimpa kita adalah karena perbuatan kita sendiri. 

Ket. : Menurut KH.Yusuf Mansur, 70% musibah diakibatkan karena perbuatan DOSA yang pernah dilakukan.

QS. Al An'am [6] : 44-45 
[6:44] Falammaa nasuumaa dzukkiru bihi fatahnaa 'alaihim abwaaba kulli syai-in hattaa idzaa farihuu bimaa uutuu akhodznaahum bagh-tatan fa idzaa hum-mublisuun.
Artinya :
[6:44] Maka ketika mereka MELUPAKAN PERINGATAN yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun MEMBUKAKAN SEMUA PINTU (KESENANGAN) untuk mereka. Sehingga ketika MEREKA BERGEMBIRA dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, KAMI SIKSA MEREKA SECARA TIBA-TIBA, maka ketika itu MEREKA TERDIAM PUTUS ASA.


[6:45] Faquthi'a daa birul qoumilladziina zholamuu,walhamdulillaahi Robbil'aalamiin.
Artinya :
[6:45] Maka ORANG-ORANG YANG ZALIM ITU DIMUSNAHKAN SAMPAI KE AKAR-AKARNYA. Dan seluruh puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.


Dari dua ayat di atas, kita pahami bahwa :
1. Allah sudah melarang orang untuk; berzina, berbohong, judi, syirik, dan maksiat lainnya, namun mereka tetap mengerjakan maksiat/dosa-dosa itu. Itu artinya => Mereka melupakan peringatan Allah => Mereka tidak menganggap akan ada PEMBALASAN DARI ALLAH => Itu artinya mereka MELECEHKAN ALLAH. Hal itulah yang MEMBUAT ALLAH MURKA.
2. Lalu dengan penuh kemurkaan, Allah berikan semua kesenangan dunia kepada mereka sehingga mereka yang berbuat dosa semakin terlena (ket. ditambah hartanya sehingga semakin banyak mereka berbuat dosa) => Kita tahu bahwa Allah yang memberikan rizki (uang) kepada seseorang, tapi uang yang Allah beri itu malah dipakai untuk maksiat kepada Allah (ket. Zina, Judi, Minum-minuman Keras, dsb.). Itulah yang membuat Allah murka.
3. Maka setelah itu, secara TIBA-TIBA (sekonyong-konyong/mendadak) Allah ambil semua jabatan/harta/kesehatan/kesenangan yang sudah dinikmati (dibikin bangkrut usahanya, turun jabatan, ditangkap polisi/KPK karena kedapatan curang/korupsi, rumahtangga/keluarga bercerai, sakit yang tidak sembuh-sembuh, diambil nyawa salah seorang anggota keluarganya, dsb).
4. Dan setelah azab Allah terjadi, maka orang itu pun TERDIAM PUTUS ASANa'udzubillaahi min dzalik.

ISTIDROJ

Sama juga seperti itu : jika seorang muslim telah bertobat (beramal ibadah ~ mis. sholat fardhu di masjid, sholat tahajjud, sholat dhuha, dsb serta beramal soleh ~ mis. bersedekah, berbuat baik kepada orang lain, dsb.) lalu saat bertobat dulu dia berjanji untuk meninggalkan maksiat (Taubatan Nasuuha).

Lalu Allah berikan lagi sebagian karunia-Nya namun setelah dikasih ternyata dia malah meninggalkan Allah, menjauh dari Allah (berbuat maksiat lagi dan melanggar janjinya kepada Allah). Maka akan ALLAH BUKAKAN SEMUA PINTU-PINTU KESENANGAN (karier/bisnis/usahanya berhasil, uang di rekening banknya bertambah, dsb). Lalu setelah itu, SEKONYONG-KONYONG (TIBA-TIBA) ALLAH TUTUP PINTU RIZKI dan ALLAH BUKAKAN SEMUA PINTU MASALAH. Na'udzubillaahi min dzalik. Itulah yang disebut dengan; ISTIDROJ (ALLAH MEMBERI NAMUN DENGAN MURKA, SANGAT MARAH!).

Setelah itu : "Summum bukmun, umyun fahum, laa yarji'uun". Dibuat bingung orang itu, begini salah, begitu salah. Mau ngapa-ngapain nggak bisa, ALLAH BIKIN ORANG ITU KEBINGUNGAN (GALAU).

HIDAYAH

Hidayah atau Petunjuk Allah adalah petunjuk yang Allah berikan kepada makhluk-Nya melalui berbagai peristiwa/tanda/kejadian yang supaya mendapat PERHATIAN MAKHLUK-NYA umumnya tidak menyenangkan hati penerima petunjuk itu (Astaghfirullah, kami mohon beribu-ribu ampun ya Allah - hal ini dikarenakan Sifat Allah yang tidak dapat kita lihat) yang tujuan petunjuk Allah itu adalah agar makhluk-Nya itu segera MENGERTI dan SEGERA BERTAUBAT.

Coba kita pakai akal sedikit; kita tahu bahwa Allah yang menciptakan bumi, planet-planet, alam semesta, tata surya, galaksi yang semuanya itu sangat besar. Tentu yang menciptakan itu semua - yaitu Allah - seharusnya lebih besar (Maha Besar) dibanding semua ciptaan-Nya itu. Dan kita, manusia, jika dibanding semua ciptaan Allah itu, hanya sebesar mili-mili mikron saja ukurannya, malah lebih kecil ukurannya dari debu jika dibandingkan dengan plabet dan galaksi ciptaan Allah. Lalu bagaimana mungkin kita yang sangat-sangat kecil itu dapat menahan (mohon maaf yaa Allah, Astaghfirullaah) "suara" Allah? Atau "sentilan" Allah saja? 

Maka oleh Allah dibuatlah sistem (sunnatullah) yang disebut; Hidayah, yaitu Petunjuk Allah yang datangnya bisa dari dalam Diri Kita Sendiri (misalnya berupa penyakit, dsb.) atau dari Luar Diri Kita (misalnya; Allah datangkan seorang penipu kepada kita, atau Allah datangkan seorang yang membuat hati kita bersedih, atau terjadi kebakaran, kecelakaan, dsb.)

Maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa jika Hidayah itu datangnya dari Allah, kemungkinan besar berupa Musibah.

Jadi kesimpulannya adalah : HIDAYAH ITU HARUS DIJEMPUT => buru-buru kita bertaubat sebelum datang Hidayah dari Allah. Karena Hidayah itu tanda dari Allah bahwa Allah rindu dan sayang kepada hamba-Nya, dan ingin agar hamba-Nya segera mendekat serta kembali kepada-Nya.

Jadi sekali lagi supaya aman, ketika seseorang merasa MULAI TURUN KADAR IBADAHNYA (misal; mulai jarang mengaji, sholat fardhunya di akhir waktu, jarang sholat sunnah - qobliyah/ba'diyah/tahajjud/dhuha/hajat), segera ia harus kembali kepada Allah dengan menggiatkan kembali ibadahnya (MENJEMPUT HIDAYAH). Karena kalau hidayah itu datangnya langsung dari Allah, kemungkinan besar hidayah itu datangnya berupa MUSIBAH (kesusahan, kerugian, penyakit, suatu hal yang menyebabkan kita sedih, menangis, galau, dsb).

QS. As Sajdah [32] : 21
walanu-dziiqonnahum minal 'adzaabil-adnaa duunal 'adzaabil-akbari la'allahum yarji'uun
Artinya :
[32:21] Dan Sesungguhnya Kami merasakan (ket. berikan) kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka KEMBALI (KE JALAN YANG BENAR).

QS. Al Ahqaaf [46] : 27
walaqod ahlaknaa maa hawlakum-minal quroo wa shorrofnaal-aayaati la'allahum yarji'uun
Artinya :
[46:27] Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami (ket. HIDAYAH) berulang-ulang supaya mereka kembali (BERTAUBAT).

QS. Az Zumar [39] : 53 - 59
qul yaa 'ibaadiyalla-dziina asrofuu 'alaa anfusihim laa taqnathuu mir-rohmatillaahi innallaaha yaghfirudz-dzunuuba jamii'a, innahu huwal ghofuurur-rohiim
Artinya :
[39:53] Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

=> Buat orang-orang yang telah berbuat dosa/maksiat (a.l. zina, judi, mencuri, minum-minuman keras, tatto; yang semuanya itu merusak tubuh dan pikiran mereka - 'melampaui batas terhadap diri mereka sendiri'), tidak boleh berputus-asa dari Rahmat (kasih-sayang) Allah. Yakinlah bahwa Allah akan mengampuni semua dosa-dosa.

wa-aniibuu ilaa Robbikum wa-aslimuu lahu min qobli ay-ya' tiyakumul 'adzaabu tsumma laa tun-shoruun
Artinya :
[39:54] Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).

=> Ancaman Allah buat orang-orang yang terus mengerjakan maksiat, agar mereka menghentikan perbuatan dosanya, dan segera BERTAUBAT, sebelum azab Allah datang dan Allah tidak menolong mereka.


wattabi'uu ahsana maa unzila ilaykum mir-Robbikum min qobli ay-ya' tiyakumul 'adzaabu baghtataw-wa antum laa tasy'uruun
Artinya :
[39:55] Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,

=> Ancaman Allah agar kita mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan Allah, sebelum AZAB/HUKUMAN Allah datang dengan TIBA-TIBA/SEKONYONG-KONYONG/TANPA DIDUGA-DUGA (misal; kita/anak/isteri/suami tiba-tiba mati mendadak, kecelakaan, ditipu orang, dirampok, dsb.) 


an taquula nafsuy-yaa hasrotaa 'alaa maa farroth-tu fii jambillaahi wa-in kuntu laminas-saakhiriin
Artinya :
[39:56] supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah ),

=> Ketika diajak bertaubat/beribadah, dia malah mengolok-olok ajakan orang yang mengajaknya, maka ketika azab Allah datang, dia menyesal karena telah mengolok-olok ajakan itu. 

aw taquula law annallaaha hadaanii lakuntu minal-muttaqiin
Artinya :
[39:57] atau supaya jangan ada yang berkata: 'Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa'.

=> Bilangnya ia tidak pernah mendapat petunjuk Allah, padahal azab/hukuman yang Allah berikan kepadanya merupakan hidayah/petunjuk Allah agar dia segera bertaubat.

aw taquula hiina tarol 'adzaaba law anna lii karrotan fa-akuuna minal muhsiniin
Artinya :
[39:58] Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab 'Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik'.

balaa qod jaa-atka aayaatii fakadz-dzabta bihaa wastakbarta wakunta minalkaafiriin
Artinya :
[39:59] (Bukan demikian) sebenarnya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang KAFIR".

=> Sudah datang berbagai hidayah/petunjuk Allah kepada orang itu (melalui musibah/kecelakaan/kerugian/penyakit, dsb) namun orang itu tetap SOMBONG dan TIDAK MAU SUJUD MENYEMBAH ALLAH, maka Allah men-cap orang itu sebagai KAFIR.

"HIDAYAH (Petunjuk Allah) itu harus DIJEMPUT karena kalau datangnya tiba-tiba seringkali berupa MUSIBAH (Kecelakaan/Kerugian, dsb)."

GALAU / GELISAH / MERASA KESEPIAN / TIDAK ADA TEMAN MENEMANI / TIDAK ADA YANG MAU MENOLONG KESULITANNYA

QS. Al Mu'min/Ghofir [40] : 18
wa-andzirhum yawmal-aazifati idzil quluubu ladal hanaajiri kaazhimiin, maa lilzh-zhoolimiina min hamiimiw-walaa syafii'iy-yuthoo'
Artinya :
[40:18] Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya.

=> Ketika seseorang merasa galau, gelisah, merasa sendiri, tidak ada teman menemani, tidak ada yang mau menolong ketika mendapat kesulitan, memang hal itu Allah ciptakan agar  orang yang berdosa itu segera berlari menuju Allah, segera bersujud di hadapan Allah.

Allah Tidak Menzalimi Makhluk-Nya

Lalu jika saat ini ada yang belum berjodoh, terkena masalah, hajat/keperluannya belum terkabul, atau malah sedang terkena musibah, jangan sekali-sekali menyalahkan Allah dan mengatakan bahwa Allah telah menzalimi dirinya. Simak ayat berikut :

QS. Yunus [10] : 44
[10:44] Innallaaha laa yazhlimun-naasa syai-uw-walaakinnannaasa anfusahum yazhlimuun
Artinya :
[10:44] Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.

Orang yang berzina itu; 40 tahun amalnya tidak Allah terima. Sudah maklum jika zina itu kuat berkali-kali karena ditambah kekuatan syetan. Jika 10 kali seorang berzina maka; 10 x 40 tahun = 400 tahun. Artinya selama 400 tahun amalnya tidak Allah terima. Yakin hidup sampai umur 400 tahun? Ada yang bisa sampai umur segitu? Jadi orang yang sudah berzina itu sama seperti zombie, mayat berjalan. Sudah untung dia dikasih hidup sama Allah.

IKHLAS

Ikhlas adalah satu kata yang mudah diucapkan tapi sulit dikerjakan. Perlu di ketahui bahwa apa-apa yang terjadi saat ini, sudah Allah tetapkan saat Zaman Azali dulu, yaitu zaman ketika belum ada apa-apa di alam semesta ini, semuanya masih hampa, udara pun belum ada.

Di Zaman Azali itulah Allah menetapkan (mungkin sama seperti membuat program komputer, wallaahu a'lam bish-showwab); kapan si A lahir, sifat-sifat apa saja yang dimiliki si A, bagaimana bentuk tubuhnya, apa warna kulitnya, siapa ayah-ibunya, kapan dia lahir, kapan dia disapih, kapan dia bisa jalan, kapan dia bersekolah, kapan dia ujian sekolah, berapa saja nilainya, kapan dia mulai bekerja, apa saja yang dia kerjakan; hari dan tanggalnya, jamnya, menitnya, detiknya. Lalu kapan diciptakannya; dunia, planet-planet, mobil, komputer, semua benda yang mengisi bumi dan langit, semuanya sudah Allah tetapkan saat Zaman Azali itu. Juga apa yang akan terjadi nanti dengan bumi serta isinya, termasuk kita manusia, sudah Allah tetapkan saat zaman azali itu. 

KETETAPAN ALLAH yang Allah tetapkan saat Zaman Azali itu disebut sebagai QODHO. Kemudian ketetapan Allah itu menjadi kenyataan yang terjadinya di zaman sekarang ini. Maka segala kejadian/realisasi atas ketetapan Allah itu disebut sebagai QODAR/TAKDIR.

Mudah-mudahan dengan mengerti konsep Qodho dan Qodar/Takdir ini kita dapat lebih ikhlas menerima semua ketentuan Allah. Berusaha saja semampu kita, mengenai bagaimana hasilnya kita serahkan kepada Allah, toh semua kejadian yang akan menimpa kita sudah Allah tetapkan di zaman azali dulu? Simak ayat berikut :

QS. Maryam [19] : 9
[19:9] Qoola kadzaalika qoola Robbuka huwa 'alayya hayyinuwwaqod kholaqtuka min qoblu walam taku syai-a.
Artinya :
[19:9] Tuhan berfirman: "Demikianlah". Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya TELAH AKU CIPTAKAN KAMU SEBELUM ITU, padahal KAMU (DI WAKTU ITU) BELUM ADA SAMA SEKALI".

"HATI-HATI, seringkali ibadah/Taubat tidak terasa hasilnya (perubahan dalam kualitas hidup, perubahan dalam kondisi yang dialami sehari-hari, hidup tetap saja susah), itu bukan karena Ibadahnya yang tidak khusyu atau Taubatnya tidak Allah terima, tetapi seringkali kali karena masih adanya PERASAAN TIDAK IKHLAS ATAS SEMUA KETENTUAN ALLAH YANG TERJADI PADA DIRI KITA (misalnya; dendam kepada orang yang telah menyakiti/menipu, dsb.). Wallaahu a'lam

TAUBAT

Sekarang, SUDAHKAH KITA BERTAUBAT DENGAN BENAR??

Cobalah introspeksi diri (muhasabah, ingat-ingat), apakah kita pernah melakukan diantara 10 DOSA BESAR di bawah ini?

1. Syirik/Menyekutukan Allah, 
2. Meninggalkan Shalat,
3. Durhaka kpd Orangtua,
4. Zina/Mendekati Zinah,
5. Makan Harta Haram (Mengambil Hak Orang Lain),
6. Judi/Narkoba/Minum Minuman Keras
7. Memutus Silaturahim,
8. Kikir/Pelit,
9. Bohong/Dusta/Janji Palsu/Fitnah,
10. Ghibah/Ngegosip (Membicarakan Kejelekan Orang),

Nah, jika sejak akhil baligh dulu hingga saat ini kedapatan kita pernah melakukan diantara 10 dosa besar itu sedangkan kita belum pernah meminta ampunan Allah atas dosa besar yang pernah kita lakukan itu, maka sekarang SEGERALAH BERTAUBAT
  1. Sebagai langkah awal dalam bertaubat; MEMINTA AMPUNAN ALLAH atas semua dosa-dosa besar yang pernah kita lakukan dengan MENYEBUTKAN DOSA SATU-PERSATU (sebutkan dengan lisan/menggunakan mulut/keluarkan suaranya; apa perbuatan maksiatnya, kapan waktunya, dimana tempatnya, dengan siapa), misalnya; "Yaa Allah, aku mohon ampunan-Mu karena saat berumur 17 tahun aku sering minum-minuman keras di tikungan jalan dengan si Fulan".
  2. Lalu setelah Muhasabah dan menyebutkan dosa kita satu persatu, langkah selanjutnya adalah MEMPERBAIKI SHOLAT KITA, 
  3. Kemudian MINTA MAAF KEPADA ORANG YANG PERNAH DISAKITI
  4. Dan MENGEMBALIKAN HAK ORANG LAIN YANG PERNAH DIAMBIL.
Menyebutkan Dosa-dosanya Satu Persatu (Khususnya DOSA-DOSA BESAR) 

Dasar meminta ampunan Allah dengan menyebutkan dosa-dosanya SATU PERSATU (dianjurkan sambil bersujud) :

QS. Al Jin [72] : 28
[72:28] liya'lama an qod ablaghuu risaalaati Robbihim wa-ahatho bimaa ladayhim wa-ahsaa kulla syay-in 'adadaa
Artinya :
[72:28] Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan DIA MENGHITUNG SEGALA SESUATU SATU-PERSATU.

Hadist : “(Waktu) yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah)

Dari ayat dan hadist di atas jelas, Allah mencatat semua amal baik/buruk itu satu persatu, dan waktu terdekat kita dekat dengan Allah adalah ketika kita dalam posisi bersujud, maka berdoalah sambil bersujud.

Kemudian jika kita ingin dihapuskan dosa-dosa kita oleh Allah, maka dosa kita yang yang manakah yang kita ingin agar Allah hapus? Tentunya kita harus menyebutkan dosa yang kita minta untuk dihapuskan itu satu demi satu. => Jika sujud dalam sholat; MENYEBUTKAN DOSA-DOSANYA CUKUP DALAM HATI. Namun jika Sujud tapi bukan ketika sholat: SEBUTKANLAH DOSA-DOSANYA DENGAN LISAN/MULUT DAN BERSUARA PERLAHAN/LIRIH SAMBIL MENANGIS SEBAGAI BUKTI PENYESALAN ATAS DOSA-DOSA TERSEBUT.

Taubatan Nasuuha

Simak ayat berikut :

QS. At Tahrim [66] : 8

[66:8] Yaa ayyuhalladziina aamanuu tuubu ilallaahi taubatan nasuuha, 'asaa Robbukum ay-yukaffiro 'ankum say-yi aatikum wa yud-khilakum jannaatin tajrii min tahtihal anhaaru yauma laa yukhzillaahun-nabiyya walladziina aamanuu ma'ahu nuuruhun yas'aa baina aidiihim wabi aimaanihim yaquuluuna : "Robbanaa atmim lanaa nuuronaa waghfirlanaa innaka 'alaa kulli syai-in qodiir."

Artinya :
[66:8] Hai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuuha (taubat yang sungguh-sungguh). Mudah-mudahan Tuhanmu akan MENUTUPI KESALAHAN-KESALAHANMU dan MEMASUKKANMU KE DALAM SURGA yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mu'min yang bersama dia, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka sambil mereka berkata : "Ya Tuhan kami, sempurnakan bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Maka buat orang-orang yang pernah mengerjakan diantara 10 DOSA BESAR, segeralah BERTAUBAT dengan Taubatan Nasuuha (taubat yang sungguh-sungguh, dan berjanji tidak akan pernah melakukan perbuatan dosa itu lagi, serta berjanji untuk memperbaiki ibadah-ibadahnya), maka selanjutnya Allah akan;

1. Menutupi semua kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat.
2. Setelah itu akan Allah berikan surga (Allah sembuhkan sakitnya, Allah kembalikan usahanya, dikabulkan hajatnya, dan ditambah nikmat-Nya).
3. Lalu Allah berikan cahaya/petunjuk untuk menerangi jalan kemana dia akan melangkah (Allah berikan petunjuk untuk semua masalah-masalahnya sehingga dia tidak kebingungan lagi)

Tata Cara Sholat Taubat

QS. Al Baqarah [3] : 135
[3:135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji (dosa/maksiat) atau menganiaya diri sendiri, mereka INGAT KEPADA ALLAH, lalu MEMOHON AMPUN ATAS DOSA-DOSA MEREKA dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan MEREKA TIDAK MENERUSKAN PERBUATAN KEJI (DOSA/MAKSIAT) ITU, sedangkan MEREKA MENGETAHUINYA.

Untuk orang-orang yang Bertaubat, disunnahkan baginya untuk melakukan Sholat Taubat sbb. :

1. Berwudhu dengan sempurna.

i. Membaca niat wudhu :
“Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”
Artinya : 
“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah semata.”
ii. Membaca Basmalah (Bismillaahirrohmaanirrohiim)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak sah shalat bagi orang yang tidak berwudhu dan tidak sah wudhu bagi orang yang tidak menyebutkan nama Allah (yakni Bismillah). (HR. Abu Dawud 101, At-Tirmidzi 25, dan Ibnu Majah 399].
iii. Mencuci tangan kanan (dari sela-sela jari hingga pergelangan) 3x, lalu gantian sebelah kirinya 3x 
iv. Berkumur 3x
v. Memasukkan (menghisap) air ke dalam rongga hidung (istinsyaq) dan mengeluarkannya 3x.
Saat istinsyaq, usahakan untuk bisa memasukkan air sedalam-dalamnya, kecuali jika dalam keadaan puasa.
vi. Membasuh seluruh permukaan muka sebanyak 3x
vii. Membasuh tangan (dari sela-sela jari sampai siku) sebelah kanan 3x, lalu tangan sebelah kiri 3x.
viii. Mengusap seluruh rambut di kepala 3x.
ix. Membasuh seluruh kedua daun telinga 3x.
x. Membasuh kaki (sela-sela jari, telapak, hingga mata kaki) kanan 3x, lalu kaki kiri 3x
(Lebih baik jika sebelum wudhu disempatkan untuk bersiwak/sikat gigi).

Selesai wudhu, ucapkan doa :
“Asyhadu allaa ilaaha illallahu wahdahu la syarikalah, wa asyadu anna muhammadan 'abduhu wa roosuluh. Allahummaj ‘alni minattawwabiina, waj ’alni minal muttatohhirin”
Artinya :
"Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus Rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikan pula aku termasuk orang-orang yang mensucikan diri."

2. Membaca niat SHOLAT TAUBAT :
"Ushollii sunnatat-taubati rok'ataini lillaahi ta'aalaa. Allaahu akbar."
Artinya :
Aku berniat shalat taubat dua raka'at karena Allah Ta'ala. Allaahu akbar.

3. Lakukan sholat seperti biasa, dengan penuh khusyu dan mata tetap terbuka.
Pada rakaat pertama sebagian ulama menganjurkan membaca QS. Al Kaafiruun [109] dan pada rakaat kedua membaca QS. Al Ikhlash [112].

4. Perbanyak doa (hanya memohon ampunan Allah) ketika bersujud.
Hadist : “(Waktu) yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah)

5. Jumlah rakaat adalah; 2, 4 atau 6 rakaat (lakukan salam setiap dua rakaat).

6. Waktu mengerjakannya (sesuaikan dengan daerah masing-masing) :
i. Waktu Dhuha (sekitar 30 menit setelah matahari terbit, hingga sekitar 30 menit sebelum adzan dzuhur)
ii. Waktu Dzuhur hingga sekitar 30 menit sebelum adzan maghrib.
iii. Waktu Maghrib hingga sekitar 30 menit sebelum matahari terbit.

Mintalah kepada Allah dengan Suara Lirih dan Penuh Kerendahan Hati

Jika dalam kondisi diberi azab namun dia tidak segera bertaubat, maka bisa jadi Allah akan semakin MEMBUTAKAN HATINYA. Simak ayat berikut :

QS. Al An'am [6] : 42 - 43

Artinya :

[6:42] Dan sungguh, Kami telah mengutus (Rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum kamu, kemudian KAMI SIKSA MEREKA DENGAN KEMELARATAN (KEMISKINAN/ DIHINAKAN ORANG KARENA MISKIN) dan KESUSAHAN agar MEREKA MEMOHON (BERDOA/MEMINTA KEPADA ALLAH) DENGAN KERENDAHAN HATI.

[6:43] Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan KERENDAHAN HATI KETIKA SIKSA KAMI DATANG MENIMPA? Bahkan HATI MEREKA TELAH MENJADI KERAS dan SETAN PUN MENJADIKAN TERASA INDAH BAGI MEREKA APA YANG SELALU MEREKA KERJAKAN.

Lihat kedua ayat di atas, maksud Allah menyiksa kita dengan kemelaratan itu (misal; kemiskinan, nganggur, dsb.) dan kesengsaraan (misal; penyakit tidak sembuh-sembuh, keluarga tidak harmonis, belum berjodoh, belum dapat anak, dsb.) sebenarnya adalah agar kita segera bertaubat (setelah Allah berikan Hidayah melalui berbagai kesulitan dan kesengsaraan), sambil memohon kepada Allah dengan kerendahan hati.

Jika seseorang sudah Allah siksa dengan kemelaratan dan kesengsaraan tetapi dia tetap tidak mau bertaubat dan berdoa dengan kerendahan hati, maka HATINYA AKAN MENJADI KERAS SEHINGGA SULIT MENERIMA FIRMAN/PETUNJUK ALLAH, dan SETAN PUN MENJADI TEMANNYA.

Jika sudah seperti itu, dia akan semakin banyak berbuat dosa, hingga akhirnya dia bisa; tertangkap lalu masuk penjara karena ketahuan curang/mencuri/korupsi/narkoba/mencuri, zina dengan istri orang, menabrak orang, berkelahi dengan orang lain/membunuh, stroke/penyakit yang tidak bisa sembuh/buntung tangan/kakinya. Na'udzubillaahi min dzalik.

Ibadah yang Konsisten/Istiqomah/Terus-menerus

Cobalah lakukan hal berikut ini :

(1.) Bangun malam hari sekitar pk.02.00 WIB. Jika khawatir tidak bisa bangun, sebelum tidur baca; Doa sebelum tidur, Ayat Kursi, QS. Al Ikhlash, QS. Al Falaq dan QS. An Naas.

(2.) Setelah bangun pagi pk.02.00 WIB, baca doa bangun tidur atau cukup; "Alhamdulillaahi Robbil'aalamiin", jika mata masih terasa berat, ucapkan ta'awudz : "Α'uudzubillaahi minasy-syaithoonirrojiim."
(3.) Lalu; mandi dengan air dingin, keramas, sikat gigi, pakai minyak wangi, pakai baju yang paling bagus (untuk laki-laki),

(4.) Sholatlah : 
i. Sholat sunnah Wudhu, 2 rakaat,
ii. Sholat sunnah Taubat, 2 s/d 6 rakaat (salam setiap 2 rakaat, lalu ketika bersujud, sebutkan dalam hati semua dosa-dosa besar/kecil yang dulu pernah dilakukan - SATU PERSATU - yang karena dosa-dosa tersebut mengundang kemurkaan Allah dan membuat Allah Ridho menurunkan azab-Nya, lalu BERJANJI untuk tidak mengulangi perbuatan dosa-dosa/maksiat itu lagi ~ TAUBATAN NASUUHA).
iii. Sholat sunnah Tahajud, 2 s/d 8 rakaat (salam setiap dua rakaat),
iv. Sholat sunnah Hajat, 2 rakaat,
v. Sholat sunnah Istikhoroh, 2 rakaat (sambil niat dalam hati untuk menyerahkan semua urusan/masalah yang menimpa kepada Allah, dan meminta petunjuk Allah atas semua masalah tersebut),
vi. Sholat sunnah Witir, 1 s/d 3 rakaat.

(5.) Perbanyak dzikir : 
i. Dzikir sunnah Nabi Muhammad SAW : "Bismillah 1x, Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allaahu Akbar 33x, Laa ilaaha Ilallaah 1x."
ii. Baca Sholawat Nabi : "Allaahumma sholli 'alaa Sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aalihi Sayyidinaa Muhammad" 100x (agar mendapat syafaat di akherat nanti),
iii. Baca Tasbih : "Subhanallah wa bihamdih, subhanallaahil 'azhim" 100x (agar Allah Ridho meninggikan/mengangkat derajat kita dan menghilangkan keburukan-keburukan kita),
iv. Baca Istighfar : "Astaghfirullaahal 'azhiim" 100x (agar Allah Ridho mengampuni semua dosa-dosa kita dan memberikan sebagian karunia-Nya kepada kita),
v. Baca Hauqolah : "Laa haulaa walaa quwwata illa billaahil 'aliyyil 'azjiim" 100x (agar Allah Ridho menurunkan bala tentara malaikat yang turun bergelombang untuk menolong kita),
vi. Dzikir Nabi Yunus AS ketika berada di dalam perut ikan : "Laa ilaaha illa Anta Subhanaka inni kuntu minazh-zhoolimiin" 100x (agar Allah Ridho kepada kita, sama seperti ketika Allah Ridho mengeluarkan Nabi Yunus AS dari dalam perut ikan/masalah).
vii. QS. At Taubah [9] : 129 : "...hasbiyallaahu laa ilaaha illahuwa 'alaihi tawakkaltu wahuwa Robbul 'arsyil 'azhiim." x 7 (perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk membaca kalimat ini ketika mendapat kesulitan dalam syiar Islam).

(6.) Lalu berdoa dengan bahasa Arab, kalau tidak bisa, boleh dengan bahasa Indonesia. Mintalah ampunan Allah dan sampaikan hajatnya dengan penuh kerendahan hati (libatkan emosi/menangis, dan disebutkan berulang-ulang minimal 3x).
i. Doa ketika ditimpa musibah : "Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun, Allaahumma ajurni fii mushiibati (sebutkan apa musibahnya), wakhlufli khoiromminhaa",

ii. Doa untuk kedua orangtua : "Allaahummaghfirlii waliwalidayya warhamhumaa kamaa Robbayaani sho-ghiiroo."

iii. Doa agar terhindar dari takdir buruk dan malapetaka :"Allaahumma inni a'uudzubika min suu'il qodho, wa min darkisy-syaqoo, wa min syamata'til a'daa, wa min jahdil balaa'."

iv. Doa agar terhindar dari sifat malas, bodoh, pelit, dan kejahatan orang lain : "Allaahumma inni a'uudzubika minal hammi wal hazan, minal 'adzi wal kasal, minal jubni wal bukhli, wa min gholabatid-daini wa khohriir-rijaal"

v. Doa agar terhindar dari azab neraka jahanam, siksa kubur, fitnah orang zolim/kafir/fasik/musyrik : "Allaahumma inni a'uudzubika min adzaabil jahannam, wa min adzaabil qobri, wa min fitnatil mahya, wal mamaati, wa min fitnaatil qoumil kaafiriin, wa min fitnaatil qoumil munaafiqiin, wa min fitnaatil qoumizh-zhoolimiin, wa min fitnaatil qoumil faasiqiin, wa min fitnaatil qoumil musyrikiin, wa min fitnaatil masyihid-dajjaal."

vi. Doa agar tidak menzolimi/dizolimi, membodohi/dibodohi, menipu/ditipu orang lain : "Allaahumma inni a'uudzubika an adhilla au-udholla, au-azilla au-uzalla, au-azlima au-uzlama, au-ajhala au-yujhal 'alayya."
vii. Doa agar Allah selamatkan di dunia, mendapat ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berkah, diterima taubatnya, dimudahkan saat sakaratul maut, dihindarkan dari azab neraka jahanam; "Allaahumma inni as'aaluka salaamatan fid-diin, wa 'aafiyatan fil jasadi, waziyadatan fil 'ilmi, wa barookatan fir-rizqi, wa taubatan qoblal ma-uut, wa rohmatan 'indal ma-uut, wa maghforotan ba'dal ma-uut. Allaahumma hawwin 'alaina fii sakarootil ma-uut, wa najjata minannaari wa afwa 'indal hisaab."

viii. Doa agar Allah kabulkan hajat/usahanya : "Allaahumma laa sahla illa maaja'altahu sahla, wa Anta taj'alul hazna idza syi'ta sahlaa."

ix. Doa agar mendapat rezeki yang halal, dilunasi hutangnya :"Allaahummakh-fini bihalaalika an haroomika, wa agh-nini bifadh-lika amman siwaak."

x. Doa mohon ampunan Allah : "Robbighfir warham wa Anta khoirur-roohimiin."

xi. Doa agar Allah berikan kedudukan/jabatan yang berkah :"Robbii anzilnii munzalam-mubarokaw-wa Anta khoirul munziliin."
xii. Doa agar Allah berikan anak yang sholeh : "Robii hablii hukmaw-wal hiqni bish-shoolihiin."

xiii. Doa agar Allah selesaikan urusan-urusannya dan diberi kekuatan untuk menjalani urusan itu : "Robbii ad-khilni mud-kholaasid, qiw-wa akhrijni mukhrojaasid, qiw-waj 'alli milladunka sulthoonan-nashiir."

xiv. Doa agar diberikan anak-isteri yang menyenangkan hati :"Robbanaa hablanaa min azwaajina, wa dzurriyyaatina, qurrota a'yuniw-waj 'alnaa lil muttaqiina imaamaah."

xv. Doa agar Allah ampuni dosanya dan Allah berikan petunjuk-Nya : "Robbanaa atmim lanaa nuuronaa waghfirlanaa innaka 'alaa kulli syai-in qodiir."

xvi. Doa agar tidak Allah sesatkan/digelincirkan hatinya kembali tidak beriman : "Robbanaa laa tuzigh-qulubana ba'da idz hadaitanaa wa hablana milladunka rohmah, innaka antal wahhaab."

xvii. Doa mohon Allah berikan petunjuk atas urusan-urusannya ""Robbanaa aatinaa milladunka rohmah, wa hayyi' lanaa min amrinaa rosyadaa."

xviii. Doa agar Allah berikan kesabaran dan diwafatkan dalam keadaan beriman kepada Allah : "Robbanaa afrig 'alainaa shobrow-wa tsabbit aqdamanaa wan shurna 'alal qoumil kaafiriin."

xix. Doa agar Allah jaga hatinya untuk tetap beriman kepada Allah : "Robbanaa laa taj'alnaa fitnatal lil qoumizh-zhoolimiin. Wa najjiina birohmatika minal qoumil kaafiriin."

xx. Doa mohon ampunan Allah : "Robbanaa zholamna anfusanaa wa illantaghfirlanaa watarhamna lanakuunannaa minal khoosiriin."

xxi. Doa mohon ampunan Allah : "Robbanaa aamannaa fagh-firlanaa warhamnaa wa Anta khoirur-roohimiin."

xxii. "Robbanaa taqobbal minna innaka Antas-samii'ul 'aliim wa tub'alaina innaka Antattawwaaburrohiim."

xxiii. Doa mohon kebaikan dunia dan akherat : "Robbanaa aatina fiddunyaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah, wa qinna 'adzaabannaar."

xxiv. Ayat yang dibaca agar dikabulkan doa-doanya :"Allaahumma maalikal mulki, tu'til mulka mantasyaa, wa tanzii-ul mulka mimmantasyaa, wa tu'izzu man tasyaa, wa tudhillu mantasyaa, biyadikal khoir, innaka 'alaa kulli syai-in qodiir. Tuulijul-laila finnahaari wa tuulijunnahaaro fillaili, wa tukhrijul hayya minal mayyiti, wa tukhrijul mayyita minal hayyi, wa tarzuqu mantasyaa-u bi-ghoiri hisaab."

xxv. Perbanyak baca QS. Al Fatihah

(7.) Selesai sholat, bacalah Al Qur'an dengan khusyu berikut Terjemahnya.
(8.) Setelah itu berjalanlah ke masjid untuk Sholat Shubuh Berjamaah (wanita agar ditemani mahromnya, jika tidak ada, cukup di rumah).
(9.) Kegiatan-kegiatan di atas agar dilakukan mudawamah (kontinyu/konsisten setiap hari).

Note : 
1. Mandi tengah malam pk.01.00 - 03.00 WIB, lalu sholat dan mengaji, adalah rahasia sehat, awet muda serta panjang umur para Kyai-kyai sepuh (wallaahu a'lam). Selain itu insya Allah bermanfaat menyehatkan badan.
2. Usahakan untuk selalu sholat berjamaah di Masjid (bagi laki-laki, dan untuk wanita sebelum adzan sudah berbalut wudhu dan memakai mukena)
3. Jangan tinggalkan : SHOLAT DHUHA, SHOLAT SUNNAH QOBLIYAH/BA'DIYAH (sholat sunnah sebelum/sesudah sholat fardhu), SHOLAT AWWABIN (6 rakaat, salam tiap 2 rakaat), BACA AL QUR'AN DAN TERJEMAHNYA setiap hari.

INTINYA => Tunjukkan bagaimana caranya agar ALLAH LULUH DAN RIDHO KEPADA KITA. Gunakan semua cara untuk mengambil "hati" Allah (kejarlah kasih sayang Allah, ampunan Allah, Ridho Allah) : tegakkan sholat, mengaji setiap hari, bersedekah, berbuat baik kepada saudara, orang lain, membagikan makanan kepada tetangga, saudara, kerja bakti di lingkungan, dsb.

Mengqodho/mengganti Sholat yang Dulu Pernah Ditinggalkan

Jika kedapatan pernah meninggalkan sholat, Imam Syafi'i mensyaratkan untuk mengqodho/mengganti sholat-sholat yang dulu pernah ditinggalkan tersebut.

Misalkan dulu kedapatan pernah tidak sholat shubuh selama satu tahun, maka sejak saat ini kerjakanlah sholat shubuh, lalu selesai itu sholat shubuh lagi, namun sholat shubuh yang kedua niatnya adalah untuk mengqodho/mengganti sholat shubuh yang dulu pernah ditinggalkan. Kerjakan qodho tersebut selama setahun.

Jika terasa berat mengqodho, lakukanlah SEDIKIT DEMI SEDIKIT sambil meminta ampunan Allah atas sholat-sholat fardhu yang dulu pernah ditinggalkan itu. Mudah-mudahan Allah mengampuninya.

Niat Mengqodho Sholat Shubuh :
Usholli fardhos-subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (kata "adaa-an" diganti "qodho'an") lillaahi ta'aala
Artinya : 
Aku berniat sholat fardhu shubuh dua roka-at, menghadap kiblat, qodho (pengganti sholat yang lalu), karena Allah Ta'aala

Niat Mengqodho Sholat Zhuhur :
Usholli fardhozh-zhuhri arba'a roka'atim-mustaqbilal qiblati adaa-an (kata "adaa-an" diganti "qodho'an") lillaahi ta'aala
Artinya : 
Aku berniat sholat fardhu zhuhur empat roka-at, menghadap kiblat, qodho (pengganti sholat yang lalu), karena Allah Ta'aala

Niat Mengqodho Sholat Zhuhur :
Usholli fardhol 'ashri arba'a roka'atim-mustaqbilal qiblati adaa-an (kata "adaa-an" diganti "qodho'an") lillaahi ta'aala
Artinya : 
Aku berniat sholat fardhu ashar empat roka-at, menghadap kiblat, qodho (pengganti sholat yang lalu), karena Allah Ta'aala

Niat Mengqodho Sholat Maghrib :
Usholli fardhol maghribi tsalatsa roka'atim-mustaqbilal qiblati adaa-an (kata "adaa-an" diganti "qodho'an") lillaahi ta'aala
Artinya : 
Aku berniat sholat fardhu maghrib tiga roka-at, menghadap kiblat, qodho (pengganti sholat yang lalu), karena Allah Ta'aala

Niat Mengqodho Sholat Isya :
Usholli fardhol i-syaa-i arba'a roka'atim-mustaqbilal qiblati adaa-an (kata "adaa-an" diganti "qodho'an") lillaahi ta'aala
Artinya : 

Aku berniat sholat fardhu isya empat roka-at, menghadap kiblat, qodho (pengganti sholat yang lalu), karena Allah Ta'aala

"Perbaiki Sholat Anda, Insya Allah akan Allah Perbaiki Semua Masalah dan Kerusakan yang Sudah Anda Perbuat" 

MENGENAI JODOH

QS. An Nisaa' [4] : 1

yaa ayyuhan-naasuttaquu Robbakumulladzii kholaqokum min nafsiw-waahidatiw-wakholaqo minhaa zawjahaa wabats-tsa minhumaa rijaalan katsiirow-wanisaa, wattaqullaahalladzii tasaa-aluuna bihi wal-arhaam, innallaaha kaana 'alaykum roqiibaa
Artinya :
[4:1] Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan(peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Pengertian kami : dari ayat di atas tercantum beberapa hal :
1. Allah menciptakan manusia dari seorang diriyaitu dari Nabi Adam AS. Lalu dari Nabi Adam AS, Allah menciptakan Siti Hawa sebagai isteri Nabi Adam AS.
2. Dari pasangan suami-isteri Nabi Adam AS dan Siti Hawa lalu berkembang-biak hingga hingga berjuta-juta tahun kemudian (wallahu a'lam) menjadi manusia yang saat ini sudah berjumlah milyaran jiwa. Jadi pada hakikatnya kita semua bersaudara.
3. Allah menyuruh seluruh manusia yang milyaran jiwa itu agar seluruhnya bertakwa hanya kepada Allah saja.
4. Allah menyuruh seluruh manusia itu agar dengan menyebut nama Allah, saling meminta satu sama lain.
5. Allah menyuruh seluruh manusia itu untuk saling menjaga hubungan silaturahim karena Allah.
6. Allah menjaga dan mengawasi seluruh manusia ciptaan-Nya itu.

QS. An Nuur [24] : 26
alkhobii-tsaatu lilkhobii-tsiina wal khobii-tsuuna lilkhobii-tsaati, wath-thoyyibaatu lith-thoyyibiina wath-thoyyibuuna lith-thoyyibaah, ulaa-ika mubarro-uuna mimmaa yaquuluuna lahum maghfirotuw-warizqun kariim
Artinya :
[24:26] Wanita-wanita yang keji (ket. pezina) adalah untuk laki-laki yang keji (ket. pezina), dan laki-laki yang keji (ket. pezina) adalah buat wanita-wanita yang keji (ket. pezina) (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).

Ayat di atas jelas menggambarkan Maha Adilnya Allah SWT bahwa wanita dan laki-laki yang banyak berbuat dosa/BERZINA itu saling berpasangan, begitu pula sebaliknya. 

Jadi untuk wanita atau laki-laki yang saat ini BELUM MENIKAH dan menginginkan pasangan yang; sholeh/sholehah, rajin ke masjid, amanah, takut berbuat dosa, rajin beribadah, tekun bekerja, menyayangi dirinya, mencintai kedua orangtuanya, dsb. maka POSISIKAN DULU DIRINYA MENJADI SEPERTI SOSOK ORANG/PASANGAN YANG DI INGINKANNYA ITU.

Namun sebaliknya jika ada seorang laki-laki/wanita yang SUDAH MENIKAH, lalu dia melakukan perbuatan keji (dosa, seperti; zina, syirik, meninggalkan sholat, bohong, gosip, dsb), namun DIA TIDAK SEGERA BERTAUBAT, maka Allah akan menjadikan isteri/suaminya itu pun; berzina/serong/selingkuh, syirik, meninggalkan sholat, bohong, gosip, dsb.

Atau jika ternyata isteri/suami orang itu adalah orang yang sholehah/sholeh dan Allah tidak Ridho merusak keimanannya, maka Allah pun akan MENCERAIKAN MEREKA. Wallaahu a'lam.

Itulah sunnatullah (hukum/ketentuan Allah) yang terus berlaku selama dunia ini masih ada.

MENYERAHKAN SEMUA URUSAN KEPADA ALLAH

TIPS :

1. Saat berdoa (curhat berdua saja dengan Allah), sebutkanlah : "Yaa Allah, dengan ini hamba menyerahkan semua masalah-masalah dan urusan-urusan hamba kepada Engkau, karena sesungguhnya semua urusan itu kembali kepada Engkau." 
2. Jika terasa sudah melakukan semua amalan-amalan di atas namun Allah masih belum juga mengabulkan doa (membukakan jalan) untuk kita. Cobalah sebutkan semua amal-amal soleh dan amal-amal ibadah yang sekiranya dulu pernah dilakukan (misal : Yaa Allah sesungguhnya dahulu aku pernah berbuat baik, bersedekah, .... dan ..., dulu aku rajin sholat malam, dsb.)

Sedekah dengan Benda/Harta yang Disayangi

Terakhir pertimbangkan ini jika kita punya hajat tertentu (ingin sukses bisnis, karir, dsb.) sesuai :

QS. Ali 'Imran [3] : 92

lan tanaaluul birro hattaa tunfiquu mimmaa tuhibbuun, wamaa tunfiquu min syay-in fa-innallaaha bihi 'aliim
Artinya :
[3:92] Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu MENAFKAHKAN SEBAGIAN HARTA YANG KAMU CINTAI. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Ayat di atas mengenai sedekah sebagian harta yang jumlahnya besar (mahal harganya) yang kita miliki sekarang dan sangat kita sayangi (misalnya; handphone, motor, mobil, tanah, rumah, dsb.).

Logikanya : jika kita ingin usaha/karir/kehidupan yang baik maka harus mengorbankan dulu harta (benda) yang saat ini kita sayangi. 

Namun semua ibadah yang kami sampaikan di atas adalah hanya mengharapkan Ridho Allah, bukan semata-mata mengharapkan balasan dunia dan perhiasannya.

Larangan Beribadah Mengharap Balasan di Dunia (Seharusnya Hanya mengharap Ridho Allah)

QS. Hud [11] : 15 - 16
man kaana yuriidul hayaatad-dunyaa waziinatahaa nuwaffi ilayhim a'maalahum fiihaa wahum fiihaa laa yubkhosuun
Artinya :
[11:15] Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
ulaa-ikalladziina laysa lahum fil-aakhiroti illannaar, wahabitho maa shona'uu fiihaa wabaathilun maa kaanuu ya'maluun
Artinya :
[11:16] Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali NERAKA dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan SIA-SIALAH APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN.

HATI-HATI, BERTAUBAT LALU BERBUAT DOSA/MAKSIAT LAGI MEMBUAT ALLAH MURKA

Inilah yang harus di ingat-ingat oleh orang-orang yang telah ber-TAUBATAN NASUUHA :

QS. Al Baqarah [2] : 26 - 27
innallaaha laa yastahyii ay-yadhriba matsalan maa ba'uudhotan famaa fawqohaa fa-ammalladziina aamanuu faya'lamuuna annahulhaqqu mir-Robbihim, wa-ammalladziina kafaruu fayaquuluuna maadzaa aroodallaahu bihaadzaa matsala, yudhillu bihi katsiirow-wayahdii bihi katsiirow-wamaa yudhillu bihi illafaasiqiin
Artinya :
[2:26] Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan TIDAK ADA YANG DISESATKAN ALLAH SELAIN ORANG-ORANG YANG FASIK,
alladziina yanqudhuuna 'ahdallaahi mim-ba'di miitsaaqihi wayaq-tho'uuna maa amarollaahu bihi ay-yuushola wayufsiduuna fil-ardhi ulaa-ika humul khoosiruun
Artinya :
[2:27] (yaitu) ORANG-ORANG YANG MELANGGAR PERJANJIAN DENGAN ALLAH SESUDAH PERJANJIAN ITU TEGUH dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang RUGI.

Perjanjian dengan Allah itu dibuat saat seseorang BERTOBAT & BERJANJI TIDAK AKAN MELAKUKAN DOSA LAGI. Lalu perjanjian itu dilanggar, maka orang itu disebut ORANG FASIK, dan tidak akan pernah beruntung/maju semua usaha/ karirnya ORANG-ORANG FASIK.

QS. Al Qalam [68] : 44
fadzarnii wamay-yukadz-dzibu bihaadzal hadiitsi sanastadrijuhum min haytsu laa ya'lamuun
Artinya :
[68:44] Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Qur'an). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui,

Jadi, jika kita sudah BERTAUBAT, jangan sekali-sekali kita melakukan perbuatan dosa lagi, karena jika begitu, Allah akan memasukkan kita ke dalam golongan ORANG FASIK. Kalu sudah tergolong orang FASIK, repot banget. Kita akan Allah bikin; KEBINGUNGAN (BEGINI SALAH, BEGITU SALAH), NGGAK BISA NGAPA-NGAPAIN. Jika sudah begitu, mudah tergelincir kepada syirik, maksiat yang lebih besar lagi. Na'udzubilaahi min dzalik.

SALAHSATU SYARAT DITERIMANYA TAUBAT SESEORANG ADALAH : MENYAMPAIKAN

QS. Al Baqarah [2] : 159 - 160
innalladziina yaktumuuna maa anzalnaa minal bayyinaati walhudaa mim-ba'di maa bayyannaahu linnaasi fil kitaab, ulaa-ika yal 'anuhumullaahu wayal'anuhumullaa'inuun
Artinya :
[2:159] Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela'nati,
illalladziina taabuu wa-ashlahuu wabayyanuu fa-ulaa-ika atuubu 'alayhim wa-anat-tawwaaburrohiim
[2:160] kecuali mereka yang telah BERTAUBAT dan MENGADAKAN PERBAIKAN (Ket. Taubatan Nasuuha) dan MENERANGKAN/MENYAMPAIKAN (KEBENARAN), maka terhadap mereka itulah AKU MENERIMA TAUBATNYA dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.

Jadi jika ingin taubatnya Allah terima, ditekankan bagi orang-orang yang bertaubat untuk menyuarakan ayat-ayat Allah, mengajak orang untuk kembali ke jalan Allah, menyampaikan apa yang telah ia dapatkan, dan tidak boleh menyembunyikan kebenaran ayat-ayat Allah yang telah ia ketahui. 
Demikianlah dari kami, semoga Allah membukakan pintu Ridho dan Rahmat-Nya untuk kita semua. Aamiin yaa Robbal'aalamiin. 

Kami mohon ampunan Allah jika ada kesalahan dari penyampaian kami ini karena sesungguhnya kebenaran itu hanyalah milik Allah Ta'aala, dan kesalahan dari kami yang lemah ilmunya.


Wallaahu α'lam bish-showwab.

Wabillaahi taufiq wal hidayah.



Wassalaamu'alaikum Wr. Wb. 

Tambahan :



QS. Al Hajj [22] : 76

[22:76] Ya'lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum, wa ilallaahi turja'ul umuur.
Artinya :
[22:76] Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan.


Doa Dalam Suatu Urusan : 

QS. Al Kahfi [18] : 10 

[18:10] Robbanaa aatinaa milladunka rohmataw-wa hayyi'lanaa min amrinaa rosyada.

Artinya :
[18:10] Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kpd kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah petunjuk yg lurus dalam urusan kami.


Doa Nabi Musa AS agar Dijauhkan dari Fitnah

QS. Yunus (10) : 85

[10:85] ... Robbanaa laa taj'alnaa fitnatal-lil qoumizh-zhoolimiin.

[10:86] Wa najjinaa birohmatika minal qoumil kaafiriin.
Artinya : 
[10:85] ... Ya Tuhan kami, jangan jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yg zholim.
[10:86] Dan selamatkanlah kami dg rahmat-Mu dari orang2 kafir.


Doa ketika kesulitan :

"Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlaa. Wa Anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa"

Artinya :

“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan.”

"Download, lalu print, dan fotocopy seluruh Jilid ebook kami yang ada di blog http://10dosabesar.blogspot.com lalu berikan kepada kawan yang membutuhkannya untuk memberitahu kawan dan kerabat, apa akibatnya jika mengerjakan diantara 10 Dosa Besar. Semoga hal itu menjadi amal sholeh kita bersama, Aamiin.."

1 comment: