12Sep2016 : Umroh (atau Haji) untuk Memberatkan Timbangan Pahala dan Meringankan Timbangan Dosa

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Pahala sholat :
Sholat sendiri di rumah = 1 derajat
Sholat berjamaah di rumah = 5 derajat
Sholat sendiri di masjid = 7 derajat
Sholat berjamaah di masjid = 27 derajat.
Kalau setiap hari kita 5 waktu sholat di masjid maka jumlah pahalanya adalah => 135 derajat.

Dan 1 (satu) kali Sholat di Masjidil Haram itu pahalanya 100.000 derajat atau 100.000 : 135 derajat = 740 hari, atau sama dengan 2 tahun sholat fardhu berjamaah 5 waktu di masjid.

Kalau saat ini umur kita 40 tahun, dikurangi umur 10 tahun mulai baligh, maka 40 - 10 tahun = 30 tahun kita melekat kewajiban sholat fardhu 5 waktu.

Jika sepanjang 30 tahun ke belakang sholat fardhu 5 waktu kita banyak yang bolong-bolong atau malah ditinggalkan, maka kita butuh :

30tahun : 2 tahun = 15 waktu sholat di Masjidil Haram, maka selama 3 hari berturut-turut (15 waktu : 5 waktu = 3 hari) kita usahakan untuk sholat fardhu berjamaah di Masjidil Haram. insya Allah hutang sholat fardhu yg selama 30 tahun kebelakang dapat lunas. Aamiin yaa Robbal'aalamiin..

Maka itu usahakan menabung untuk Umroh (atau Haji) agar makin berat timbangan pahala kita dan makin ringan timbangan dosa kita (banyak memohon ampunan Allah disana), olehkarena itu doa-doa kita pun insya Allah lebih mudah Allah kabulkan..

Wallaahu a'lam bish-showwab

Sunday, June 24, 2012

Pernikahan Bukanlah Pertobatan. Segera Lakukan TAUBATAN NASUUHA Setelah Menikah

Pernikahan Bukanlah Pertobatan. Segera Lakukan TAUBATAN NASUUHA Setelah Menikah

Zina dan Mendekati Zina

QS. Al Furqon [25] : 67 - 69
QS. Al Furqon [25] : 67

waalladziina idzaa anfaquu lam yusrifuu walam yaqturuu wakaana bayna dzaalika qawaamaan,

[25:67] Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian,

QS. Al Furqon [25] : 68
walladziina laa yad'uuna ma'allaahi ilaahan aakhoro walaa yaqtuluunan-nafsallatii harromallaahu illaa bilhaqqi walaa yaznuuna waman yaf'al dzaalika yalqo atsaamaa

[25:68] Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu (Ket. membelanjakan harta berlebihan / BOROS, KIKIR, menyembah tuhan selain Allah / SYIRIK, MEMBUNUH jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh, BERZINA), niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),


QS. Al Furqon [25] : 69
yudhoo'af lahul 'adzaabu yawmal qiyaamati wayakhlud fiihi muhaanaa

[25:69] (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

Hikmah QS. Al Furqon [25] : 67 - 69

Kalau dia berzina maka dia akan mendapat hukuman yang berat. Kalimat. “yalqo atsaamaa” ini bisa diartikan pula bahwa “mengalungi orang itu dengan kalung kesusahan.”

Kalimat “yudhoo’af lahul adzaab”, selain dilipat, juga ada yang digandakan artinya di dunia dihukum (di azab), di akherat juga masuk neraka dan kekal serta terhina. Na’udzubillaahi min dzalik.

Karenanya akibat zina bisa membuat mampet semua urusan. Jika yang berzina adalah suami/isteri orang maka hukumannya adalah dirajam hingga mati. Maka jika saat ini masih hidup, dia merupakan mayat hidup, dan masih hidup aja sudah syukur. Na’udzubillaahi min dzalik.

Laki-laki itu Ujiannya dengan => 
Usaha / Ekonomi, Kehormatan, dan Kemuliaan.
Kalau Wanita Ujiannya dengan => Penyakit

Jika perempuan melakukan zina, penyakit yang biasa datang; kanker rahim, kista, kanker payudara.

Karena tubuh kita mulia dan diciptakan oleh Allah yang Maha Rahman, sehingga tidak akan mudah penyakit datang kecuali karena suatu kesalahan.

Ust. YM : “Berbahagialah Saudara jika ternyata kesusahan itu hanya suatu ujian dan bukan azab. Tapi lebih berbahagia lagi Saudara jika kesusahan itu merupakan azab. Karena dalam suatu hadis Allah berkata kepada Nabi SAW :”

Nabbi'ibadi anni anal ghafuururrohiim, wa anna adzabi huwal adzabul aliim
Yang artinya; "Mengapa kau mematahkan hati hamba-Ku, beritakan kepada mereka hamba-Ku bahwa Aku Maha Pengampun dan Penyayang dan siksa-Ku, siksa yang sangat pedih."

Ketahuilah, PERNIKAHAN itu SUNNAH dan BUKAN PERTOBATAN ATAS DOSA-DOSA YANG PERNAH DILAKUKAN.

Jadi jika sudah menikah bukan berarti Allah memaafkan dosa-dosa zina yang telah dilakukan sebelum menikah. Tetap untuk dosa-dosa yang lalu diperlukan Shalat Taubat.

Silahkan download Jilid 1 dan Jilid 2 atau meng-klik gambar e-book di sebelah kanan

No comments:

Post a Comment